Minggu, 07 April 2013

Perawatan motor matic



      Motor matic akhir - akhir ini semakin mendominasi pasar konsumen di Indonesia bahkan hampir menyamai pasar penjualan motor bebek nonmatic, ini dikarenakan konsumen merasa dengan mudahnya mengendarai motor matic dibandingkan motor bebek. Menjalankan motor matic tanpa harus memasukkan gigi porsnelling ( istilah kerennya tinggal gass langsung jalan) karena hal inilah kemungkinan besar orang lebih menyukainya.

      Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa tips / cara perawatan motor matic :

  1. Setiap sebelum bepergian (keluar rumah pertama kali dalam kegiatan sehari - hari) motor matic sebaiknya di panaskan mesinnya terlabih dahulu kirang lebih selama 5 - 10 menit
  2. Saat mengendarai motor matic jangan terlalu sering mengubah kecepatan laju motor, dari yang laju dengan cepat lalu mengerem secara tiba - tiba atau sebaliknya. Karena cara ekstrim seperti ini bisa memperprnddek usia mesin motor.
  3. Perhatikan selalu kondisi tangki bensin, jangan sampai tangki bensin sering dalam keadaan kosong (tanpa bensin sedikitpun). Isi bensin sebelum jarum pada spedometer bensin menunjukkan huruf E (Empty), apabila tangki bensin sering kosong hal ibi akab berakibat fatal pada mesin dikemudian hari.
  4. Lakukan service motor ke tempat - tempat yang terpercaya secara berkala (antara 2 - 3 bulan sekali).
  5. Pada saat service dilakukan, minta kepada petugas untuk mengecek kondisi vbelt (vent belt) dan roller pada motor matic. Jika sudah tidak layak pakai sebaiknya diganti dengan yang baru (yang lebih layak pakai).
  6. Ganti oli apabila sudah pada waktunya (oli transmisi setiap 5.000 Km sedangkan oli mesin setiap 1.000 Km), penggantian oli yang terlambat biasanya berdampak pada suara mesin saat dijalankan.
  7. Selalu cek kondisi aki dan busi secara teratur karena kedua komponen ini merupakan komponen yang penting dalam kendaraan motor matic (ibarat orang, aki dan busi merupakan nyawa).
  8. bersihkan ruang transmisi secara rutin karena didalam ruang transmisi terdapat beberapa komponen yang rentan terhadap kotoran.
  9. Hampir semua motor matic menggunakan single shocbreaker maka ganti oli pada shock maksimal setiap 10.000 Km.
  10. Ganti sparepart motor dengan sparepart yang original. Jangan ganti sparepart motor dengan sparepart yang tidak original karena hal ini sangat tidak dianjurkan. Hal ini tidak hanya dalam motor matic saja, hampir kesemua motor.

Sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar